UAS Keamanan Sistem Informasi

|

ARTIKEL INI SEBAGAI PENILAIAN UJIAN AKHIR SEMESTER

Nama    : Irgi Naufal Nazhif

Kelas     : 06SIFP013

Nim       : 231011700627 

Dosen Pengampu : Karno Ganjar Prasetyo, S.Kom., M.Kom.

Mata Kuliah : Keamanan Sistem Informasi

Pendahuluan

Keamanan sistem informasi merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan layanan berbasis web. Sebuah web server tidak hanya dituntut mampu menjalankan aplikasi dengan baik, tetapi juga harus memiliki mekanisme perlindungan terhadap ancaman seperti akses ilegal, malware, manipulasi data, maupun kerusakan sistem. Oleh karena itu, administrator perlu menerapkan konfigurasi keamanan yang tepat agar data dan layanan tetap terjaga.

Pada praktik ini dilakukan beberapa tahapan implementasi, yaitu instalasi aplikasi pada Apache Web Server, konfigurasi media penyimpanan virtual menggunakan VirtualBox, migrasi database MySQL, serta penerapan pengamanan terhadap file aplikasi. Seluruh proses tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan sekaligus memastikan aplikasi dapat berjalan secara optimal.


Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktik ini adalah:

  1. Laptop atau komputer.

  2. Windows Server 2003 pada VirtualBox.

  3. XAMPP dengan Apache, PHP, dan MySQL.

  4. Browser.

  5. phpMyAdmin.

  6. File aplikasi web jasa.

  7. File database jasa.sql.

  8. Command Prompt.

  9. VirtualBox untuk membuat virtual drive storage.

1. Implementasi Apache Web Server

  • Tahap pertama adalah menyiapkan folder aplikasi web yang akan dijalankan pada komputer.



  • Selanjutnya folder aplikasi dipindahkan ke direktori htdocs yang terdapat pada instalasi XAMPP, yaitu di lokasi C:\xampp\htdocs. Folder tersebut menjadi tempat penyimpanan seluruh aplikasi yang akan diakses melalui Apache.


  • Setelah proses penyalinan selesai, aktifkan layanan Apache dan MySQL melalui XAMPP Control Panel.


  • Langkah berikutnya adalah melakukan pengujian aplikasi menggunakan browser dengan mengakses alamat http://localhost/nama_folder sesuai nama direktori aplikasi yang digunakan.

  • Apabila muncul pesan kesalahan koneksi database, lakukan pemeriksaan pada file koneksi.php. Sesuaikan konfigurasi hostname, username, password, dan nama database agar sama dengan konfigurasi MySQL yang digunakan.


  • Setelah konfigurasi diperbaiki, simpan perubahan kemudian lakukan pengujian kembali melalui browser. Jika halaman utama berhasil ditampilkan, maka implementasi Apache Web Server telah berjalan dengan baik.

2. Konfigurasi Virtual Drive Storage dan Pengamanan Direktori

  • Tahapan berikutnya dilakukan menggunakan Oracle VirtualBox yang telah terpasang sistem operasi Windows Server.


  • Masuk ke menu Settings, kemudian pilih bagian Storage untuk menambahkan media penyimpanan virtual.


  • Tekan ikon Add Hard Disk, kemudian pilih Create untuk membuat hard disk virtual baru.




  • Tentukan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan, misalnya sebesar 15 GB, kemudian selesaikan proses pembuatan hingga muncul hard disk baru.

  • Hubungkan hard disk virtual tersebut ke mesin Windows Server, kemudian simpan konfigurasi dan jalankan virtual machine.




  • Sesudah sistem operasi berjalan, buka Computer Management kemudian masuk ke menu Disk Management.



3. Migrasi Database MySQL dan Penerapan Enkripsi Password

  • Persiapkan terlebih dahulu file database dengan format .sql yang akan digunakan pada aplikasi.

Masuk ke phpMyAdmin melalui alamat http://localhost/phpmyadmin, kemudian buat sebuah database baru.



  • Import file jasa.sql berhasil dilakukan

  • Setelah database berhasil diimpor, tambahkan akun pengguna baru pada tabel user sesuai struktur aplikasi. Password akun disimpan menggunakan metode MD5 sehingga tidak tersimpan dalam bentuk teks biasa.
  • Lakukan refresh pada aplikasi kemudian coba login menggunakan akun yang baru dibuat. Jika proses login berhasil dilakukan, maka proses migrasi database telah berjalan dengan baik.



  • Maka ini tampilan sehabis login

4. Validasi Integritas dan Modifikasi Halaman Web

Tahapan terakhir adalah melakukan perubahan tampilan aplikasi sebagai bentuk pengujian integritas file.

  • Periksa halaman utama website, kemudian ubah teks yang masih menggunakan nama bawaan dengan membuka file index.php menggunakan aplikasi Vs Code.


  • Setelah itu maka akan seperti ini tampilan website nya



  • Dan halaman dashboard nya seperti ini



  • Sebagai langkah pengamanan tambahan, ubah atribut file index.php menjadi Read Only menggunakan Command Prompt yang dijalankan sebagai Administrator.

Perintah yang digunakan adalah:

          ATTRIB +R index.php



  • Hasil pengecekan file menunjukkan atribut R


Kesimpulan

Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan keamanan pada web server tidak hanya berfokus pada instalasi aplikasi, tetapi juga mencakup konfigurasi penyimpanan, pengelolaan database, serta perlindungan terhadap file aplikasi. Implementasi Apache, VirtualBox, dan MySQL yang disertai pengamanan hak akses mampu meningkatkan keamanan serta stabilitas sistem. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, web server menjadi lebih siap menghadapi berbagai risiko yang dapat mengganggu ketersediaan maupun keamanan layanan.













Related Posts